Feeds:
Posts
Comments

Oh, Parjo!

“Mas aku mo berangkat, besok.” Sumini membuka pembicaraan.

“Benarkah? Kau yakin, Sum?” Parjo balik bertanya.

Sumini mengangguk mantap. Matanya berbinar. Ia terbayang tumpukan uang di genggaman. “Aha, sebentar lagi aku bisa beli kulkas seperti milik Mbok Darti!,”batin Sumini.

Parjo menatap mimik istrinya ragu-ragu. Parjo sebetulnya tak ingin melepas Sumini ke Arab sendirian. Sumini masih muda, baru punya anak satu. Badannya segar berisi. Kekenesannya? Ah! Parjo berusaha menyingkirkan Continue Reading »

Alkisah, pada sekitar tahun 1997 beberapa negara-negara di kawasan Asia dilanda krisis moneter yang cukup parah dan berkepanjangan. Hal ini sangat mempengaruhi terpuruknya perekonomian di negara-negara tersebut, yang diantaranya antara lain; Korea Selatan, Thailand dan Indonesia.

Maka, ketiga kepala negara tersebut sepakat bersama-sama menghadap Dewa untuk memohon petunjuk mengenai penanggulangan krisis moneter itu. Pada hari yang telah disepakati datanglah mereka menghadap Dewa.

Presiden Korea Selatan mendapat kesempatan giliran pertama menghadap Dewa dan bertanya: “Oh Dewa, sampai kapankah negara kami terbebas dari krisis ini dan menjadi negara yang adil dan makmur?”

Dewa pun menjawab: “Lima puluh tahun lagi.”

Mendengar jawaban Dewa tersebut Presiden Korea Selatan pergi sambil menangis.

Lalu, giliran Perdana Menteri Thailand menghadap dan bertanya: “Oh Dewa, sampai kapankah negara kami terbebas dari krisis ini dan menjadi negara yang adil dan makmur?”

Dewa pun menjawab: “Seratus tahun lagi.”

Mendengar jawaban Dewa tersebut Perdana Menteri Thailand pun pergi sambil menangis.

Giliran terakhir, Presiden Indonesia menghadap dan bertanya: “Oh Dewa, sampai kapankah negara kami terbebas dari krisis ini dan menjadi negara yang adil dan makmur?”

Kali ini Dewa tidak langsung menjawab. Nampaknya Dewa mengalami kebingungan. Agak lama kemudian, akhirnya Dewa tidak menjawab sepatah kata pun. Justru pergi sambil menangis.

Hari ini kulihat dilayar kaca dan media massa

Wajah-wajah para actor dan aktris negri ini yang sedang memakai topeng malaikat

Mereka seakan menjadi sutradara dan juga pemain utamanya

Sedang aku hanya menjadi budak-budak dari peran mereka

HAI…..tuan dan nyonya yang memakai topeng malaikat!!!!

Copotlah topeng itu, karena aku ingin melihat wajah aslimu!!!

Aku muak dengan peran budak yang selalu kau tindas

Aku bosan harus menjilat janji manismu di panggung kekuasaanmu

Aku yang bodoh dan terus kau manfaatkan kebodohanku ini

Dan nanti aku akan kembali bersama seribu budak seperti ku

Aku kan tunjukkan dilayarkaca dan media massa

Aku dan seribu budak itulah yang nantinya

Menjadi pemeran utama dalam panggung keadilan

Meski telah 19 tahun telah berlalu dari kepergian Imam Khomeini ra, sang pembaharu besar zaman ini dan pemimpin agung revolusi Islam nya, namun dunia secara umum masih tetap mengenangnya.

Saat ini teknologi komunikasi telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Kemajuan ini dimanfaatkan oleh kekuatan-kekuatan dunia untuk menyampaikan pesan-pesan dan propagandanya ke berbagai belahan bumi bahkan ke pedalaman yang paling jauh. Dengan demikian, pergerakan sosial di seluruh dunia dapat dikontrol dan diarahkan sesuai dengan kemauan mereka. Herbert Markuze, filosof kenamaan asal Jerman mengatakan, “Dalam propagandanya, Barat saat ini tidak berpikir untuk memilah dan memisahkan antara yang benar dan salah, tetapi bagaimana mendiktekan apa yang dianggap benar atau salah oleh Barat kepada umat manusia dan menghadapkan mereka pada sebuah fenomena yang sudah tercipta.”

Dalam kondisi yang demikian, Continue Reading »

Pengurus NU di berbagai daerah, termasuk PWNU Jawa Timur, juga mengaku sering mendapat pengaduan dari warga NU soal aktivis HTI yang berusaha mempengaruhi warga nahdliyin. Bahkan dalam Munas dan Mubes NU di Asrama Haji Sukolilo Surabaya tempo hari para aktvis HTI masuk ke kamar-kamar peserta membagikan selebaran. Jargon mereka – seperti biasa -khalifah sebagai solusi. Belum lagi beberapa masjid NU yang jadi sasaran mereka. Karuan saja banyak kiai penasaran. Gerakan apa sebenarnya HTI? Bagaimana asal-usulnya?

Berikut wawancara HARIAN BANGSA dengan KH Imam Ghazai Said, MA Continue Reading »